-
Promo Mantul sale
Rp 155.000
Rp 52.000
Internet memberikan kemudahan dan kesenangan, tapi juga mengorbankan kemampuan kita berpikir secara mendalam. Demikian ditunjukkan Nicholas Carr dalam The Shallows. Finalis Pulitzer Award 2011 ini menunjukkan bagaimana “alat-alat berpikir”—alfabet, peta, barang cetakan, jam, hingga komputeryang telah kita gunakan selama berabad-abad bisa mengubah cara kerja otak kita.

Membaca buku (cetak) membuat kita dapat memfokuskan perhatian, mendorong aktivitas berpikir mendalam dan kreatif. Sebaliknya, Internet memaksa kita menelan informasi secara instan, cepat, dan massal, sehingga membuat pikiran kita mudah teralihkan. Kita menjadi terbiasa membaca serbakilat dan cepat menyaring informasi, tapi akibatnya kita juga kehilangan kapasitas kita untuk berkonsentrasi, merenung, dan berpikir mendalam.

Tantangan dan pengaruh apa saja yang diberikan oleh Internet kepada otak kita? Akankah kita selanjutnya kehilangan kemampuan berpikir mendalam seiring ketergantungan kita pada Internet? Temukan jawabannya dalam buku ini.

“Dulu, saya orang yang gila baca. Kini, saya hampir kehilangan kemampuan membaca dan menyerap artikel yang agak panjang di web maupun di media cetak.” Scott Carp, blogger

“Bagaimana jika kebiasaan saya membaca di web tidak semata karena berubahnya cara membaca saya, namun karena berubahnya cara berpikir saya?” Bruce Friedman, ahli patologi di Fakultas Kedokteran University of Michigan

“Bacaan wajib tentang dampak Internet yang bisa mengganggu cara berpikir kita.” Newsweek

“Pemikiran yang sangat provokatif tentang konsekuensi fisik dan budaya dari Internet. Buku ini menawarkan bacaan berkualitas tinggi dan mudah dipahami oleh pembaca pada umumnya.” The 2011 Pulitzer Prize Committee

Penulis: Nicholas Carr
Penerbit: Mizan
Tahun: 2011 Kategori: Social Science Tebal: 296 h. Harga: Rp52.000